wallet, dompetSeumur-umur baru kali ini kehilangan barang berharga, sebuah dompet. Gk pernah sedikit pun kepikiran bakal hilang. Sewaktu hilang pun, gk begitu berasa, gk sedih, gk kesal, atau shock, cuma sedikit bingung. tapi setelah hilang…..^^

Oktober 07

Nah, kejadiannya tuh begini. Hari itu Jumat, seusai mengikuti salah satu kegiatan organisasi, saya pun pergi menuju bank yang terletak di dalam kampus untuk mengurus sedikit administrasi. Setelah urusan di bank selesai, saya pun beranjak ke kos. Waktu keluar dari bank, saya tersadar kalau di luar hujan lumayan deras. dengan bermodalkan payung, dengan sedikit kerepotan melangkah ke luar kampus.

Di tengah jalan, saya mampir dulu ke warteg untuk membeli makanan. Tidak seperti biasanya, sebelum masuk, saya memeriksa dulu dompet saya. Di saku celana tidak ada, di tas ransel juga tidak ada. Kemana dompet saya? Kembali saya periksa satu-satu saku celana dan tas saya. Ternyata tidak ditemukan juga. Hilang?? ah, tidak mungkin, mungkin ketinggalan di bank saja.

Mungkin karena tampak kebingungan, ibu “warteg” langsung berkata : “De, makan aj dulu, bayarnya ntar aj?”. Karena masih bingung kemana dompet saya, saya pun menjawab”Hmn….tar aj de, bu. Mw cari dompet dulu.” Pulanglah saya ke kos, mencoba mencari lagi, siapa tahu keselip atau ketinggalan di kos. 10 menit ‘bongkar2′ kos, tetap saja tidak ada hasilnya. Saya pun memutuskan untuk mencarinya dengan menelusuri jalan yang saya lewati tadi. Dari kos ke kampus sambil hujan-hujanan.

kira-kira 200m jalan terlalui tapi masih juga tanpa hasil. “Hmn..kali-kali ketinggalan di bank?” Setelah ditanya, satpam Bank bilang kalau tidak ada yang tertinggal. Tiba-tiba saya teringat soal kartu ATM, memang sih, tidak ada banyak uang, cuma lumayanlah buat anak kos. Bisa ‘mati’ tanpa kartu ATM. Sumber uang satu-satunya.^^

Ketika ingin memblokir kartu ATMnya, satpamnya lagi-lagi bilang kalau harus lapor Protekom dulu soal kehilangan. Akhirnya pergilah saya menuju protekom, melaporkan soal kehilangan dompet saya.

Karena tidak puas, belum menemukan dompet yang hilang, kembali saya telusuri jalan menuju kos, walau tidak sebegitu antusias tadi. Masih dengan hujan-hujanan. sekali lagi tanpa hasil, saya pun kemudian meyakinkan diri kalau dompet itu benar-benar sudah hilang. Kemungkinan kecil sekali untuk ditemukan.

Konsultasi pada kakak(sebagai korban kejadian yang sama setahun yang lalu) pun dilakukan lewat sms, mencari tahu bagaimana prosedurnya kalau dompet hilang. Katanya no 1, buat surat kehilangan di kantor polisi.

MISSION I : BUAT SURAT KETERANGAN KEHILANGAN DARI POLISI

….to be continued



One Response to “Dompet Hilang bawa “BERKAH” atau “BENCANA”? I”  

  1. 1 zanif

    minta gambar dompetnya…
    semoga diganti dengan yang jauh lebih baik


Leave a Reply