Cuma Segini Pak, Mana Cukup???

06Feb08

Ketika lembar jawaban dibagikan, tidak berapa lama ada salah satu teman saya yang menyeletuk. “Pak..Pak…cuma segini ya pak lembaran jawabannya? Mana cukup?” Spontan sekelas langsung menunjukkan berbagai reaksi.

Intro

itu merupakan secuplik cerita ketika mengikuti UAS(Ujian Akhir Semester) mata kuliah CB II ( Character Building II) – Relasi Dengan Sesama. Salah satu bagian dari tetralogy Character Building, mata kuliah andalan UBiNus. Terdiri dari :

  • CB I – Relasi dengan Diri Sendiri
  • CB II – Relasi dengan Sesama
  • CB III – Relasi dengan Tuhan
  • CB IV – Relasi dengan Alam Sekitar

Dilihat dari namanya saja bisa dibayangkan apa isi dari mata kuliah ini. Berkaitan dengan pengembangan diri, hubungan dengan sesama, dll. Yah, kira-kira gabungan pelajaran PPKn, Agama, dan Budi Pekerti seperti yang dipelajari di SMA, cuma mungkin lebih ‘terstruktur dan terarah’.

Cuma Segini Pak, Mana Cukup???
Tidak heran. Potongan kalimat di atas muncul karena based on the experience, setiap kali ujian CB, baik itu CB I maupun CB II, tidak kurang dari 5 – 8 halaman buku ujian dipenuhi dengan ‘hasil karangan indah’ para pengarang amatir. Sedangkan pada UJIAN kemarin, hanya tersedia 4 halaman saja. Mana cukup?

Sudah menjadi hal lumrah jika orang mengasosiasikan ujian ini dengan latihan mengarang indah, seperti yang sering dilakukan ketika masih duduk di bangku SMA. Dan muncul HIPOTESIS dan hampir dapat dipastikan bahwa, “Panjang, dan Menarik Jawaban UJIAN, berbanding lurus dengan nilai yang diperoleh. SEMAKIN PANJANG LEBAR DAN MENARIK ‘KARANGAN KITA’ SEMAKIN INDAH PULA NILAINYA”.

beberapa hal di atas yang kemudian memunculkan beberapa dampak :

  • sasaran awal(sebenarnya) yang ingin dicapai dengan mempelajari Mata Kuliah ini menjadi bergeser.
  • orang cenderung malas untuk mempelajari, apalagi menghayati dan mengamalkannya.

Fakta2 menarik:

  1. ada salah satu teman yang tidak sempat menyelesaikan JAWABANNYA, bukan karena tidak bisa melainkan karena ia menjadi korban ‘kehabisan tinta pulpen’, saking asyiknya, menjabarkan karangannya.
  2. ada lagi yang mendapat nilai sempurna : 100. satu kata dari gw : “Wow…”
  3. muncul ungkapan2

“Eh…tar titip absen ya gw….Males neh…Blajar apa coba di dalem?”

(menjelang kuliah)

“ngapain belajar toh ntar ujiannya tinggal ngarang ini….”

(sebelum ujian)

“udah…udah…ngarangnya…… mw bikin novel trilogi ya?”

(saat ujian)

“Koq nilai gw segini doang ya? padahal gw dh nyaris bikin novel tuh…”

( setelah keluar nilai – jelek)

“Tidak sia-sia gw ngemeng panjang lebar…Mantaph….Kayaknya gw berbakat neh jadi penulis Novel”

(setelah keluar nilai – memuaskan)



One Response to “Cuma Segini Pak, Mana Cukup???”

  1. 1 anjela

    ha3…
    ngakak neh gw baca mo….. ada aja lo…
    br bc hari ini….. ngakak pagi2…. hoho……
    thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: